Apa Itu Edge Computing ?

Edge Computing dapat didefinisikan sebagai penempatan suatu sistem

pengolahan yang sedekat mungkin dengan sumber data. Data-data ini diolah / diproses sedemikian sehingga tidak memberatkan bandwidth jaringan dan memperkecil latensi saat dikirimkan ke server pusat / cloud.



Dalam penerapan edge computing ini, ada 5 hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Privacy dan Security.

Penempatan edge computing yang sedekat mungkin dengan sumber-sumber data secara tidak langsung terbukti meningkatkan keamanan data-data dari kemungkinan pencurian.


2. Scalability.

Edge computing haruslah memiliki tingkat skalabilitas yang tinggi karena akan terhubung dengan berbagai macam sumber data yang memerlukan perlakuan pengolahan yang dapat berbeda-beda pula.


3. Reliability.

Kehandalan dalam edge computing menjadi penting karena mengingat banyaknya data yang diproses, sehingga sistem ini haruslah memiliki downtime yang sangat kecil atau bahkan nol downtime.


4. Speed.

Kecepatan pengolahan data pada saat sekarang menjadi salah satu standar yang harus dipenuhi. Hal ini sangat dibutuhkan karena setiap perubahan kondisi yang terjadi ingin dipantau secara real-time, sehingga dapat diambil suatu tindakan antisipasi sedini mungkin terhadap perubahan yang terjadi.


5. Efficiency.

Kemampuan analisa yang canggih dan perangkat Artificial Intelligent yang terdapat dalam edge computing sangatlah berpengaruh dalam peningkatan efisiensi pengolahan data-data yang diperlukan.


3 Komponen Utama dalam Edge Computing (standar industri) :

  1. Compact Computer.

  2. Compact Server.

  3. Terminal.


Aplikasi.

Layanan aplikasi edge mampu untuk mengurangi besarnya data yang akan

melewati jaringan, sehingga secara keseluruhan akan meringankan beban pada kapasitas jaringan.

Berikut beberapa contoh penggunaan Edge Computing :

  • Prediksi Perawatan.

Dengan bantuan IoT sensor (yang telah dipasang pada mesin-mesin) dan Edge Computing, memungkinkan suatu pabrik untuk menganalisa kondisi mesin-mesin secara real-time, sebelum mengalami gangguan yang menyebabkan mesin tidak dapat beroperasi.


  • Traffic Management.

Dengan menggunakan edge computing, pengaturan lalu lintas dapat dilakukan lebih mudah. Contohnya adalah pengaturan lama traffic light berdasarkan panjang antrian kendaraan dalam suatu jalan. Penutupan / pengalihan arus lalu lintas yang disebabkan adanya kemacetan.

Dengan adanya edge computing, maka sistem tidak perlu mengirimkan data-data keadaan lalu lintas yang sangat besar ini. Sehingga hal ini tidak akan menghabiskan bandwidth serta memperkecil latensi jaringan.


  • Smart Home.

Suatu rumah pintar dirancang dengan tujuan untuk mempermudah kehidupan pemilik rumah. Karena itu akan dibutuhkan cukup banyak IoT devices agar pemilik rumah dapat mengendalikan banyak kebutuhannya hanya dengan gadget yang dimilikinya. Disinilah edge computing berperan sangat penting dalam hal mengumpulkan data-data dan menganalisa "kebiasaan" dari pemilik rumah sehingga dapat memberikan saran / output kepada pemilik rumah (tentunya jika memang diperlukan).








61 views0 comments

Recent Posts

See All